CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 01 Februari 2014

Kamu tau gak?

Taukah kamu?
Setelah sambungan telepon itu terputus
Air dari mata meluncur indahnya tanpa sengaja
Suara itu terasa dekat
Bahkan beberapa menit setelahnya
Suara itu masih terdengar lembut ditelingaku
Bisakah suara itu aku dengar lagi lebih dekat?
Tanpa menempelkan handphone ditelinga
Tanpa menggunakan earphone sekedar memperdengarkan suaramu agar lebih jelas

Bahkan bisakah ketika kamu berbisik, aku masih dapat mendengar lantunan halusnya?
Dapatkah aku mendengar suaramu seraya menatap lekat mata itu?
Begitu dekat dan begitu dalam

Aku ingin mendengar suaramu sambil menyender manja di bahumu
Memegang tanganmu, bahan sekedar mencubit-cubit lembut pipimu
Seperti yang sering aku lalukan dulu

Taukah kamu?
Perasaan seperti ini kerap aku rasakan
Ketika nama kontak yang tak asing datang ke handphoneku sebagai panggilan masuk
Lalu menutup pembicaraan ketika waktu sibuk kembali datang

Ini tidak menyakitkan, tidak
Oh ya atau mungkin aku sudah terbiasa dengan rasa sakitnya
Sakitmu itu candu
Sebelum menjawab panggilan itu aku tau akan ada air mata lagi yang keluar setelahnya
Namun aku tetap menjawab dengan senang hati

Tidakkah kamu tau?
Panggilan masukmu yang kadang seminggu sekali sesempatnya itu yang selalu ku tunggu
Walau kamu tidak asing lagi namun selalu mampu membuat jantung berdegup kencang
Pada saat itu aku merasa kamu masih mengharapkan keberadaanku
Menanyakan kabarku dan memperingatkan aku akan sikapku disini
Menjaga hati dan sebagainya

Dan taukah kamu?
Allah gak suka sesuatu apapun yang berlebihan
Bisakah kamu tetap menjagaku agar sesuatu yang kedatangannya tak diharapkan tak terjadi?
Terimakasih atas segala kurang dan kurang bangetnya aku yang kamu terima, Li :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar