CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 16 Februari 2014

Tidak Lagi, Kamu?

Mungkin perjanjian ini awalnya akan menyiksaku
Terus selanjutnya?
Tidak, aku tidak bilang selanjutnya itu tidak menyiksa
Namun mungkin aku akan terbiasa dengan siksaannya

Aku lelah disandung pikiran-pikiran buruk
Tapi semoga ini adalah pilihan yang tepat
Bukan berarti aku katakan ini juga pilihan yang benar-benar tepat
Namun ada baiknya daripada tidak
Kita tidak tau pilihan ini ternyata benar jika tidak mencoba
Jika yang ditanam adalah baik, insyallah akan berbuah baik

Semakin kamu berjalan terus dan lurus
Semakin pemikiranmu akan dibawa oleh kedewasaan
Pikiran kecilmu dulu akan diubah pelan-pelan
Kamu tak sadar perubahannya namun lambat laun akan kamu rasakan

Allah Maha Melihat dan Maha Tau
Ia tau mana yang benar-benar berusaha dan yakin dijalan-Nya

Aku hanya ingin memperbaiki diri
Aku ingin memperbaiki kita
Jika akhirnya tak lagi sama, ambil semua hikmahnya
Keihklasan itu akan menenangkan kamu
Tak akan ada kejadian yang tak beralasan

Suatu saat kau akan bisa mengerti
Mengapa mawar yang indah itu harus berduri
Ketika saat ini kau selalu mengeluh sakit
Saat berusaha memetik dan menggenggam mawar
Karena durinya menusukmu

Suatu saat kau akan mengerti
Mengapa kau harus melelahkan diri dalam perjuangan
Demi meraih sebuah kebahagian

Yakin pada janji kita
Apapun yang terjadi nanti
Syukuri :)

Sabtu, 01 Februari 2014

Kamu tau gak?

Taukah kamu?
Setelah sambungan telepon itu terputus
Air dari mata meluncur indahnya tanpa sengaja
Suara itu terasa dekat
Bahkan beberapa menit setelahnya
Suara itu masih terdengar lembut ditelingaku
Bisakah suara itu aku dengar lagi lebih dekat?
Tanpa menempelkan handphone ditelinga
Tanpa menggunakan earphone sekedar memperdengarkan suaramu agar lebih jelas

Bahkan bisakah ketika kamu berbisik, aku masih dapat mendengar lantunan halusnya?
Dapatkah aku mendengar suaramu seraya menatap lekat mata itu?
Begitu dekat dan begitu dalam

Aku ingin mendengar suaramu sambil menyender manja di bahumu
Memegang tanganmu, bahan sekedar mencubit-cubit lembut pipimu
Seperti yang sering aku lalukan dulu

Taukah kamu?
Perasaan seperti ini kerap aku rasakan
Ketika nama kontak yang tak asing datang ke handphoneku sebagai panggilan masuk
Lalu menutup pembicaraan ketika waktu sibuk kembali datang

Ini tidak menyakitkan, tidak
Oh ya atau mungkin aku sudah terbiasa dengan rasa sakitnya
Sakitmu itu candu
Sebelum menjawab panggilan itu aku tau akan ada air mata lagi yang keluar setelahnya
Namun aku tetap menjawab dengan senang hati

Tidakkah kamu tau?
Panggilan masukmu yang kadang seminggu sekali sesempatnya itu yang selalu ku tunggu
Walau kamu tidak asing lagi namun selalu mampu membuat jantung berdegup kencang
Pada saat itu aku merasa kamu masih mengharapkan keberadaanku
Menanyakan kabarku dan memperingatkan aku akan sikapku disini
Menjaga hati dan sebagainya

Dan taukah kamu?
Allah gak suka sesuatu apapun yang berlebihan
Bisakah kamu tetap menjagaku agar sesuatu yang kedatangannya tak diharapkan tak terjadi?
Terimakasih atas segala kurang dan kurang bangetnya aku yang kamu terima, Li :-)