CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 22 Oktober 2014

hanya karna terbiasa

now playing
semua tak sama - padi

hallo kamu, selamat malam
lama tak memanggil dirimu dengan sebutan kesayanganku
lama tak mencari dimana dan sedang apa dirimu
hari demi hari ku lalui
mungkin awalnya hampa karna tanpamu

lama pula tak merasa dekapan lewat tulisan kalimat yang kau kirim
lama tak merasakan desiran darah mengalir hangat didalam tubuh ketika mendengar suaramu disebrang sana

aku merasa baik baik saja
telah cukup lama ku lalui keadaan ini
bersandarkan kekuatan yang sedikit demi sedikit ku bangun sendiri
mencoba melawan sesuatu yang tak lagi sama
tak lagi seperti dulu
mungkin aku hanya terbiasa bersamamu
dan sekarang akan pula terbiasa lagi dengan sesuatu yang baru
semua hanya masalah waktu yang terus berjalan kedepan
percayalah ini akan segera berakhir

Kamis, 16 Oktober 2014

hai, hallo dan selamat tinggal

pernah gak kamu ngerasain sakit?
pengen nangis tapi kamu terlalu lemah dan tak berdaya
lalu tak dapat apa apa
mengejar sesuatu dengan pasti tapi tetap tak dapat kamu raih?
apa rasanya?
lantas apa yang kamu lakukan?
berlari dan mengejar angan yang lain?
mampukah kamu berdiri dari sakit yang lalu itu?
ajarkan aku
jika tak mampu, ayo berdiri bersama
bukankah bersama lebih baik?
bukankah bersama sama kita lebih kuat?
apa?
kamu tak ingin itu?
lebih baik kita masing masing?
kamu juga tak ingin mengajarkan aku berdiri?
baiklah, jika itu maumu
tapi ingatlah ketika kau sedang berusaha pula berdiri
ditempat lainpun aku sedang berusaha untukku sendiri dan tetap menyebut namamu
nama yang dahulu lengannya sering aku rangkul untuk menguatkan aku
terimakasih

Sabtu, 04 Oktober 2014

ketidaksempurnaan

ku kira semua itu indah,
sampai pada suatu hari keadaan sendiri yang mengingatkanku
bahwa tidak semua sesuatu yang kamu yakini akan berpihak padamu
tidak semua berpihak pada anganmu
keadaan itu menamparku
ya, menamparku dengan lembutnya
lewat mata yang berkedip lalu terpejam sejenak
aku merasakan ada yang ikut mengalir didalam darah
sakit hati kah? rasa kecewa kah?
sendirikupun tak tau apa artinya
mungkin kamu yang tau, mungkin juga dia
terimakasih:-)

Selasa, 24 Juni 2014

Nasihat Tentang Hidup dan Kepemimpinan

Manusia akan selalu belajar setiap saat karena kehidupan terus berubah. Manusia yang siap untuk berubah ke arah yang lebih baik itulah yang akan tetap bertahan di tengah gelombang kehidupan. Beberapa tokoh besar membagikan pengalamannya dalam menghadapi kehidupan dan bagaimana menjadi pemimpin yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
Beberapa kata-kata penyemangat dari para tokoh tersebut antara lain:
1. Ketika melihat pelangi, ingatlah bahwa satu orang dapat membuat suatu perbedaan. Jangan takut untuk melakukan sesuatu untuk pertama kalinya dan jangan takut untuk menonjol di antara kerumunan.
2. Selama beberapa waktu, Anda mungkin tidak mengerti rencana dan tujuan Tuhan dalam hidup Anda. Ketika anda belum memahami rencana-Nya, bukan berarti Dia tidak pernah atau tidak punya rencana. Percayalah dan tetaplah setia kepada-Nya. Ketika anda sudah memahami tujuan Tuhan dalam hidup Anda, Anda akan merasa lebih mudah dalam mengambil resiko karena yakin Tuhanlah yang pegang kendali hidup Anda.
3. Kembangkanlah diri Anda selama dalam masa-masa sulit. Pada waktu mimpi-mimpi Anda menjadi kenyataan Anda akan merasakan indahnya masa-masa sulit sebelumnya.
4. Jangan terlalu lama berada di zona nyaman, namun berlama-lamalah di zona iman.
5. Ketika dapat memberi sesuatu kepada orang lain dengan murah hati, kita akan menerima lebih daripada apa yang kita anggap mungkin. Orang-orang di sekitar kita akan diberkati dan dampak kemurahan hati kita sering kali berlangsung sampai lama setelah kita meninggal.
6. Tidak mudah bagi seseorang untuk meminta pertolongan, dan tidak semua orang bersedia untuk membantu. Oleh karena itulah siap sedialah untuk memberi bantuan sebelum orang lain meminta pertolongan.
7. Jika Anda ingin membuat suatu perbedaan besar, jangalah takut untuk bertindak meskipun dampaknya terlihat kecil.
8. Keterbatasan yang kita miliki tidak akan menghalangi kita kecuali kalau kita yang mengizinkannya. Ketika Anda mampu melawan keterbatasan Anda, Anda dapat menolong orang lain melakukan hal yang sama.
Semoga bermanfaat!

sumber: http://nudwi.wordpress.com/2011/08/26/nasihat-tokoh-besar-tentang-hidup-dan-kepemimpinan/

Kuatlah.

Setiap hari ngomongnya capek
Setiap saat ngomongnya capek
Tapi gak pernah mau lepas juga dari alasan yg membuat capek

Supaya apa kamu ngomong gitu
Supaya dilihat dan didengar dia?
Supaya dia berhenti membuat kamu menunggu dan capek?
Tidak, kamu salah besar

Dia akan tetap terus melakukan perbuatannya
Menghabiskan kekuatan mu
Menggerogoti sisa sisa kesabaranmu
Dan akan menikam tepat di bagian hatimu

Tapi jangan!
Kamu jangan selemah ini
Kamu jangan tak seberdaya ini
Kamu masih harus mengikuti banyak sakit yg lain
Kamu harus kuat

Sakit ini memang untukmu
Agar suatu saat nanti
Ketika kamu menemukan bahagiamu
Kamu tak akan menyia-nyiakannya
Dan akan lebih bersyukur :-)

Rabu, 21 Mei 2014

Yang mana..

Gak ada hubungan lama yang gak berangin kencang
Gak mungkin suatu hubungan lama tanpa melalui ombak besar
Tak banyak memang yang bertahan
Tapi tak sedikit juga yang tidak menyudahi semua ketika angin dan ombak menerjang bersamaan
Kembali lagi pada kita
Kembali lagi kepada ingin kita
Kembali lagi ke hati kita apa maunya
Mungkin untuk sesuatu hal, masalah itu memang harus ada agar kita tau bagaimana rasanya berusaha
Memang harus terjadi agar kita tau bagaimana rasanya bertahan melewati jalan rusak dan berlobang hingga mual tapi akhirnya sampai pada bahagia
Tapi sebelumnya bisakah saya bertanya?
Lalu masalah yang bagaimana yang menguatkan kita?
Masalah seperti apa yang hanya menguji kesabaran kita?
Apa tandanya jika itu masalah hanya untuk mengingatkan kita bahwa jalan kita tidak lagi sama, harus ada tali yang diulur menjauh perlahan, harus ada hati yang pelan-pelan membuka ikatan?
Dimana terdapat perbedaan antara masalah-masalah itu?
Mana yang sedang saya lewati?

Jumat, 16 Mei 2014

kejadian ini bisa disebut apa?
jika dua raga saling memiliki namun tak ada hati
melakukan persinggahan sana sini
namun juga tak ada yang beranjak
lalu menunggu siapa?

benarkah yang kita lalui ini
harus bagaimana selanjutnya?
dihentikan? tak ada yang ingin
diteruskan? lalu untuk apa

bisakah kita benar-benar dalam  ruang yang sama
dalam satu pikiran yang tak beda
lalu mencari jalan tengah yang terbaik

aku jengah aku muak
aku lelah lalu menghilang

Kamis, 10 April 2014

Kosong

Kenangan itu sedikit demi sedikit tergantikan dengan ragu
Jejak langkah dan tujuan kita berubah warna jadi abu-abu
Aku merasakan sesuatu yang tidak dari biasanya
Aku menamainya dengan realistis.

Mungkin untuk hembusan nafas di awal kita masih menggebu akan impian dan harapan yang penuh
Tapi setelah menjalani kenyataannya, akankah rasa itu sama?
Setelah melewati rintangan, lalu rintangan lagi dan rintangan selanjutnya

Cobaan awal masih bisa ditutupi dengan rasa yang besar dikedua belah pihak
Masih lagi kah akan sama jika pihak pihak itu tak lagi menjejakkan kakinya pada satu tempat tumpuan?

Tangan yang dulunya saling menggenggam erat penuh pasti, lalu berganti dengan genggaman lewat doa
Pasti kah akan sama jika namanya tak lagi disebut dalam doa untuk digenggam?

Mataku dan matamu tak lagi berjumpa menatap dalam jangka waktu yang lama, sementara itu ratusan mata lain yang akan kita tatap silih berganti
Dilain waktu, tetap kah hanya tatapanku yang dapat mengiring detakan jantung ini ke jantungmu?

Ini bukan pesimis, ini soal kenyataan
Aku bukan menyerah pada keadaan
Atau bahkan membuang sisa waktu 

Minggu, 30 Maret 2014

Buat Kamu

31 Maret 2014, 03:14
Bukan salah keadaan ini yang mengharuskan kita terpisah sementara dan saling meyakini diri bahwa akan ada suatu saat nanti pertemuan yang membahagiakan
Ini bukan salah waktu yang terlalu menyiksa, atau merindu pada seseorang yang tak dapat dijangkau bahkan jarak yang terlalu semu merangkak menjauhi tiap-tiap bait kebahagiaan yang telah kita buat
Aku tak menyalahkan apa dan siapa bahkan bagaimana bisa aku berdiri disini dengan sakit yang tak luka merah dan berdarah
Aku hanya tak mampu lagi mendeskripsikan keajaiban-keajaiban Tuhan Yang Maha Sempurna, aku tak mampu mengeja setiap susunan peristiwa yang tak disangka dan berlalu, aku tak dapat mengingat bagaimana rasanya aku terjatuh dan terbangun disaat yang hampir bersamaan

"Yang saya tau ini semua istimewa, dilihat dari sisi manapun semua ini berharga. Kamu mengajarkan saya banyak hal. Kamu mengajarkan saya sesuatu yang saya tidak ketahui sebelumnya. Kamu memberi ilmu bukan dengan menggurui. Kamu mengajarkan saya dengan sifat&sikapmu. Saya terpesona. Pada saat itu cukup saya dan Tuhan yang tau"

Memetik harap, menanam usaha, memupuk ketekunan lalu menuai keberhasilan
Kamu
Iya kamu yang aku sebutkan namanya dalam hati ketika menulis kata-kata ini
Aku kangen kamu.

Minggu, 23 Maret 2014

Suatu Saat Nanti

Kesabaran adalah jawaban terbaik yang bisa dimiliki setiap makhluk penuh tanya bernama manusia. Di suatu tempat di dalam hati, aku meyakini dunia masih cukup sempit untuk mempertemukan kita kembali. Entah apa yang akan terjadi saat itu. Aku mungkin serasa bermimpi dan tak ingin bangun. Aku mungkin tak sanggup menatap matamu dan menahan segala rasa rindu yang tersimpan begitu lama. Dan, kau mungkin akan memandangku dengan senyum jenaka seperti dahulu, seolah-olah jarak dan waktu tak pernah memisahkan raga kita yang pernah bersama. Jika Tuhan mengizinkan, apapun bisa terjadi, bukan?

Rabu, 19 Maret 2014

Sunyi Ini Milikku

Pagi ini. Sepi. Kerap kali pagi seperti ini terasa semenjak kepergianmu. Perpisahan itu datangnya darimana? Kenapa begitu menyakitkan? Kenapa rasanya 'aku tak kuasa lagi'? Bukan perasaan seperti ini yang ku cari. Tapi entahlah kejadian ini datang sendiri, menghampiri ku bahkan yang tak siap apa-apa

Layaknya pagi yang sudah lewat, aku bangun dan mempersiapkan segalanya. Juga menata kekosongan demi kekosongan. Ku jatuhkan pandangan ke layar handphone, tak berkutik, sunyi, ya sesunyi pagi ini. Ku acuhkan benda mati itu, ku tumpuk di antara buku-buku didalam tas sekolahku. Aku pergi. Dengan sepi. 

Sepanjang perjalanan hanya tatapan lurus seperti tanpa tujuan. Mau kemana sepi? Mau dibawa kemana rindu ini? Hatiku mati. Apa yang telah terjadi sampai lukanya terasa tak bertepi? Atau aku terlalu hyperbola, atau memang kenanganmu yang terlalu tak bisa dilupakan?

Sampai ditempat tujuan. Aku melangkahkan kakiku, menyapu debu dengan sepatuku. Aku tak dapat menahan rindu. Aku juga bukan manusia yang hidup berakarkan kesetiaan. Tapi rindu ini tak bisa dibalas dengan penghianatan. Lalu dimana harusnya aku lepas sesak ini? 

Aku duduk, menaruh tas dimeja dan diam, menunggu guru datang dan memberikan pelajaran. Hari ini seperti biasa kan? Tak ada yang lebih dan kurang. Handphone? Tentu tetap berdiam diri dibarisan buku-buku cantik ku. Berniat untuk mengambilnya pun tidak, aku tau tidak akan ada tanda kehidupan didalamnya, membuatku tambah merasa, ini sunyimu.

Pelajaran pertama usai. Yang ditunggu telah datang pada jamnya seperti biasa hadir. Kalian kira sunyi ini berganti gaduh? Tidak. Ini akan tetap menjadi sunyi. Percakapan yang selalu kami bahas setiap harinya. Adakah lain yang bisa kami perbuat selain ini? Aku melengos benci, lelah. Aku tau perbuatan kami ini seperti menjemput asa tanpa tujuan berarti. Namun tak dapat berdelik. Asa tanpa tujuan itu yang ku tuju. Kesunyian merembet lelah itu yang menyongsong semangatku. 

Bel tanda istirahat berbunyi, terdengar riuh rendah, disapa hembusan nafas kemenangan disetiap murid yang mendengarnya. Aku? Ha! Kemenangan yang paling indah adalah melepas sunyi. Ini masih tak berarti apa-apa. Engkau masih sama, masih disana. 

Bel terakhir yang akan aku dengar hari ini berbunyi dan cukup menentramkan. Setidaknya aku bisa bertemu dengan temanku. Kalian tanya apa kabar aku? Masih sama seperti pagi. Sunyi.

Untuk sampai membuat tulisan ini, dibutuhkan beberapa hari kesadaran hati dan jiwa bahwa 'jadi selama berbulan-bulan hidup yang ku jalani ya begini begini saja?' Setiap harinya setiap harinya. Berteman dengan sunyi bukan keahlianku. Tapi ini apa? Ku serukan namamu, hanya dalam hati. Biar tetap berjalan dengan sunyi. 

Aku.
Aku yang baru sadar.
Aku melewati hari-hari.
Aku dengan sunyi.

Kamis, 13 Maret 2014

Aku? Cemburu? HAHAHAHAHAHA ya!

Aku cemburu dengan orang-orang di sekitarmu

Aku cemburu kepada mereka yang setiap saat dapat bertemu denganmu tanpa terhalang jarak dan waktu

demi Tuhan, aku cemburu kepada mereka yang selalu mampu menikmati senyum dan tawamu yang kau hadirkan di hari-harimu

Dan lebih-lebihnya aku cemburu kepada orang-orang di sekelilingmu yang selalu bisa berkomunikasi denganmu kapanpun mereka mau

Katakan pada mereka aku mencemburuinya..

Selasa, 04 Maret 2014

Kekuatanku

Aku teringat kejadian beberapa tahun silam
Tepat aku menginjak kelas 2 SMP
Iya, kejadian yang semua orang tak menginginkan itu terjadi di kehidupan mereka
Aku tak bisa menyebutkan itu apa
Aku hanya ingin mengutarakan perasaan sedihku saja
Aku ingin berbagi, aku tak kuat menyimpan seorang diri

Entah pada masa itu aku terlalu kecil, polos dan naif atau apa
Aku tak merasakan sakit dan efek yang melukai dalam hatiku
Hingga aku menginjak masa SMA
Dan aku merasa kehilangan
Hingga pernah suatu malam nangisku tersedu, terisak
Aku teringat kenangan kenangan pembangkit suasana menjadi lebih mencekam sadis
Aku kangen
Aku sedih
Aku ingin kembali di masa itu dan merubahnya
Tapi terlambat
Apapun yang terjadi di masa lalu jika kita membahasnya sekarang sama saja dengan sia-sia
Tidak akan ada satu kejadian pun yang berubah
Semua tetap sama

Mungkin yg bisa dirubah hanya hatiku
Keikhlasanlah kuncinya
Sakitnya itu pasti
Kejadian itu seperti bambu runcing yg siap mengoyak perasaanku kapan saja ketika mengingatnya
Sampai kapanpun tetap akan begitu
Namun hatiku akan lebih tenang menghadapi sakitnya
Allah memeluk ku, dengan sakit yang ku ikhlaskan.

Minggu, 16 Februari 2014

Tidak Lagi, Kamu?

Mungkin perjanjian ini awalnya akan menyiksaku
Terus selanjutnya?
Tidak, aku tidak bilang selanjutnya itu tidak menyiksa
Namun mungkin aku akan terbiasa dengan siksaannya

Aku lelah disandung pikiran-pikiran buruk
Tapi semoga ini adalah pilihan yang tepat
Bukan berarti aku katakan ini juga pilihan yang benar-benar tepat
Namun ada baiknya daripada tidak
Kita tidak tau pilihan ini ternyata benar jika tidak mencoba
Jika yang ditanam adalah baik, insyallah akan berbuah baik

Semakin kamu berjalan terus dan lurus
Semakin pemikiranmu akan dibawa oleh kedewasaan
Pikiran kecilmu dulu akan diubah pelan-pelan
Kamu tak sadar perubahannya namun lambat laun akan kamu rasakan

Allah Maha Melihat dan Maha Tau
Ia tau mana yang benar-benar berusaha dan yakin dijalan-Nya

Aku hanya ingin memperbaiki diri
Aku ingin memperbaiki kita
Jika akhirnya tak lagi sama, ambil semua hikmahnya
Keihklasan itu akan menenangkan kamu
Tak akan ada kejadian yang tak beralasan

Suatu saat kau akan bisa mengerti
Mengapa mawar yang indah itu harus berduri
Ketika saat ini kau selalu mengeluh sakit
Saat berusaha memetik dan menggenggam mawar
Karena durinya menusukmu

Suatu saat kau akan mengerti
Mengapa kau harus melelahkan diri dalam perjuangan
Demi meraih sebuah kebahagian

Yakin pada janji kita
Apapun yang terjadi nanti
Syukuri :)

Sabtu, 01 Februari 2014

Kamu tau gak?

Taukah kamu?
Setelah sambungan telepon itu terputus
Air dari mata meluncur indahnya tanpa sengaja
Suara itu terasa dekat
Bahkan beberapa menit setelahnya
Suara itu masih terdengar lembut ditelingaku
Bisakah suara itu aku dengar lagi lebih dekat?
Tanpa menempelkan handphone ditelinga
Tanpa menggunakan earphone sekedar memperdengarkan suaramu agar lebih jelas

Bahkan bisakah ketika kamu berbisik, aku masih dapat mendengar lantunan halusnya?
Dapatkah aku mendengar suaramu seraya menatap lekat mata itu?
Begitu dekat dan begitu dalam

Aku ingin mendengar suaramu sambil menyender manja di bahumu
Memegang tanganmu, bahan sekedar mencubit-cubit lembut pipimu
Seperti yang sering aku lalukan dulu

Taukah kamu?
Perasaan seperti ini kerap aku rasakan
Ketika nama kontak yang tak asing datang ke handphoneku sebagai panggilan masuk
Lalu menutup pembicaraan ketika waktu sibuk kembali datang

Ini tidak menyakitkan, tidak
Oh ya atau mungkin aku sudah terbiasa dengan rasa sakitnya
Sakitmu itu candu
Sebelum menjawab panggilan itu aku tau akan ada air mata lagi yang keluar setelahnya
Namun aku tetap menjawab dengan senang hati

Tidakkah kamu tau?
Panggilan masukmu yang kadang seminggu sekali sesempatnya itu yang selalu ku tunggu
Walau kamu tidak asing lagi namun selalu mampu membuat jantung berdegup kencang
Pada saat itu aku merasa kamu masih mengharapkan keberadaanku
Menanyakan kabarku dan memperingatkan aku akan sikapku disini
Menjaga hati dan sebagainya

Dan taukah kamu?
Allah gak suka sesuatu apapun yang berlebihan
Bisakah kamu tetap menjagaku agar sesuatu yang kedatangannya tak diharapkan tak terjadi?
Terimakasih atas segala kurang dan kurang bangetnya aku yang kamu terima, Li :-)

Selasa, 21 Januari 2014

Jalanan kita

Jalanan ini diam tak bersuara
Tak bergerak tak jua berubah
Namun per satu jejak kaki dijalanan ini
Mampu bercerita ribuan kata

Kita dulu membuat cerita di jalanan ini
Tercatat jelas dalam ingatanku
Ketika menyusuri tempat ini kita tertawa
Bercerita banyak hal tentang aku atau kamu
Yang telah kita lalui setengah hari sebelumnya

Tak peduli sinar matahari menyengat tepat diatas kepala
Kita tetap tertawa bercanda
Didekatmu kala panas menjadi sejuk
Kala dingin menjadi hangat
Hmm ya itu hanya perasaanku saja karna terlalu menyayangimu

Aku masih disini aku masih tak ingin berpaling
Menatap gunungan dekat sekolahku
Yang dulu setiap hari jadi tempatmu menunggu aku pulang
Namun sekarang jadi tempat aku mengulang cerita kita

Senyumku mengembang
Namun kemudian kepala ini tertunduk dan lemas
Kenapa waktu berlalu begitu cepatnya?
Kenapa sekarang itu hanya menjadi bagian dari cerita?
Kenapa semua hanya jadi kenangan?

Ya namun entahlah, itu sudah menjadi skenario indah dari Tuhan
Masih banyak skenario lain yang harus aku selesaikan
Aku termangu sejenak setelah itu berdiri
Berjalan menjauhi tempat itu
Biarkan disana aku titipkan kenangan kita
Jika suatu saat aku dapat melewati jalanan itu lagi
Aku yakini aku melawatinya bersamamu :-)


Sabtu, 18 Januari 2014

Semangat itu

Ini gak melulu soal kamu
Disini ada aku
Bukan tanpa alasan juga aku marah
Aku capek aku kesel aku bete

Aku egois
Iya, sekarang lagi butuh kamu banget
Tapi semau-maunya aku juga bisa apa
Keinginanku juga gak bisa kamu penuhi
Dan pada akhirnya aku lagi,

Bukan aku tak ingin mengalah sekarang
Tidak juga tak inginkan semua baik-baik saja
Tapi aku pengen kamu denger, kamu tau

Aku gak sendirian aku ada kamu, punya kamu
Bisakah semua rasa sakitnya cepat berlalu?
Bisa gak kepunyaanku jadi utuh seperti dulu?
Ini gak segampang khayalan kita

Ketika ingin berbagi ceritapun
Dua telingamu tak tertuju pada satu arah
Pernahkah kamu tertawa, menangis, berbagi padamu sendiri?
Ya, itu yang aku lakukan sekarang

Namun tak pernah juga sesali keputusan
Aku hanya ingin semua cepat berakhir
Aku lelah membangun asa ini sendirian
Kamu bukan tidak ada disini, iya aku harus ngerti lagi
Kamu ingin tapi tak mampu, kan?
Kata-kata itu yang selalu kamu tekankan padaku

Hal yang tak mudah namun juga tak berat
Bangunan pun butuh pondasi
Manusia yang tertatih juga butuh topangan
Yang aku butuhkan hanya semangat darimu

Ketika matamu belum bisa menatapku lekat
Ketika tanganmu belum bisa menggenggamku erat
Ketika pikiranmu bercabang
Aku rela berbagi dengan kesibukanmu, aku ikhlas menunggu sampai kabar itu menghampiriku

Tapi bisakah kamu beri aku semangat?
Ketika aku terjatuh dan harus bangun sendirian
Ketika terlunta dan harus tegar seorang diri
Cuman semangat itu yang aku punya
Semangat itu yang terus aku bawa:)

Kamis, 09 Januari 2014

Ini Pilihanku,

Aku punya kebebasan untuk memilih
Berlari atau meneruskan
Tapi rasa ini tak cukup berenti begitu saja
Ketika kepingan kekuatan perlahan mulai menyatu

Seakan mengajakku untuk tetap
Tinggal disana dan dengan kisah yg sama
Namun dengan cerita yang berbeda

Kita diam dalam doa
Kita berbicara namun tak bersuara
Kita tertawa namun dalam hening
Keadaan berlalu dengan lambannya

Tanpa bisa mempercepat waktu
Aku melalui semua dengan senyuman
Kadang sesuatu yang tidak diinginkan
Akan muncul bersamaan dengan rasa ketidak inginan itu sendiri
Namun tak dapat bergeming.