Jadi dewasa itu juga punya batas dan 2 sudut pandang. Baik atau buruknya, asal kita punya kedasaran pasti bisa dikontrol.
Tapi kadang jadi dewasa itu nggak semenyenangkan yang dibayangkan.
Jadi dewasa itu harus bisa terima setiap waktu mendadak yang mengharuskan kita untuk mengalah.
Jadi dewasa itu nggak boleh melihat satu hal cuma dari satu sisi. Harus punya dua, tiga, atau bahkan empat.
Dan dewasa yang seharusnya itu dewasa yang mencoba untuk jadi lebih baik. Bukan arti lainnya.
Aku belajar dewasa dari banyak hal.
Aku belajar dewasa dari jarangnya waktu yang diluangkan orang tuaku untukku.
Aku belajar dewasa dari kerasnya didikan ayahku. Dan aku belajar dewasa dari rasa sakit yang pernah ada dari didikan itu.
Aku belajar dewasa dari segala perkataan ibuku yang sekalipun menyakitkan tapi itulah yang terbaik untukku.
Aku belajar dewasa dari cueknya kakakku terhadapku. Aku belajar dewasa untuk memahami kenapa dia bisa begitu.
Aku belajar dewasa dari menyebalkannya adikku yang selalu menggangguku dan paling sering kalau aku lagi nggak mood.
Aku belajar dewasa dari banyak masalah yang diceritakan sahabat-sahabatku.
Aku belajar dewasa bukan cuma untuk diri sendiri.
Aku belajar mengalah bukan untuk dipandang hebat.
Aku belajar dewasa dari melihat bagaimana sesuatu yang salah itu berubah jadi benar.
Aku belajar dari childish-nya pacarku. Aku belajar dewasa dari egoisnya dia.
Aku belajar dewasa dari kekecewaanku sendiri.
Dan seharusnya kamu bisa menilai bagaimana seharusnya kamu menyikapi kedewasaan itu.
Memahami juga butuh kedewasaan :)
(dikutip dari: @ListenMyMind)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar