CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 10 April 2014

Kosong

Kenangan itu sedikit demi sedikit tergantikan dengan ragu
Jejak langkah dan tujuan kita berubah warna jadi abu-abu
Aku merasakan sesuatu yang tidak dari biasanya
Aku menamainya dengan realistis.

Mungkin untuk hembusan nafas di awal kita masih menggebu akan impian dan harapan yang penuh
Tapi setelah menjalani kenyataannya, akankah rasa itu sama?
Setelah melewati rintangan, lalu rintangan lagi dan rintangan selanjutnya

Cobaan awal masih bisa ditutupi dengan rasa yang besar dikedua belah pihak
Masih lagi kah akan sama jika pihak pihak itu tak lagi menjejakkan kakinya pada satu tempat tumpuan?

Tangan yang dulunya saling menggenggam erat penuh pasti, lalu berganti dengan genggaman lewat doa
Pasti kah akan sama jika namanya tak lagi disebut dalam doa untuk digenggam?

Mataku dan matamu tak lagi berjumpa menatap dalam jangka waktu yang lama, sementara itu ratusan mata lain yang akan kita tatap silih berganti
Dilain waktu, tetap kah hanya tatapanku yang dapat mengiring detakan jantung ini ke jantungmu?

Ini bukan pesimis, ini soal kenyataan
Aku bukan menyerah pada keadaan
Atau bahkan membuang sisa waktu